E-Learning ya… sekarang jaa…

 

Belajar!!! Belajar!!!!

 

Kata – kata singkat yang kadang bikin eneg, sebel n pengen muntah !!! (sebenernya dapat diatasi dengan antimo!! Lho?). Belajar identik dengan sekolahan, kampus dan perpus yang notabene penuh dengan buku, setumpuk dan berdebu!! Hiii…

 

Eits … tunggu dulu !!

 

Belajar gak hanya berkutat dengan buku lho! (hati – hati klo jadi kutu buku ntar kejepit buku!! Hihi… Just kidding..). Di jaman yang semakin berkembang mengembang ini, justru semakin memperunik cara belajar!! Gak percaya?

 

Yaks… dengan e-learning!! Apaan tuch!!!

 

E – learning sendiri dimaksudkan sebagai pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh. Pelaksanaan e-learning dapat melalui Web, televisi maupun telepon alias Hp (jika ada yang betah – betahin megang ponsel dalam waktu lama ngomong ma pengajarnya… J ) dan lebih cangging lagi dapat pake 3 G  (klo pengen lebih intern ngomong + liat pengajarnya… J). Selain itu juga bisa lewat kaset Tape Recorder ato CD/DVD yang banyak diperjualbelikan di pasar, toko, dan penjual keliling bahkan basar – basar dan pameran yang terkadang memberi potongan diskon.

 

Yang umum dipakai dalam pengaplikasiaannya adalah Web yang merupakan salah satu teknologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai. Selain tu pengembangannya di lakukan dengan Open Source yang diimplementasikan untuk membuat sistem dengan biaya rendah tanpa menurunkan performansinya dan keandalannya.

 

Seiring dengan perkembangan internet (di sini tidak di bahas mengenai perkembangan internet klo mw tw tanya ja Mbah google di www.google.com ^_^), memberi kesempatan untuk di aplikasikan di dunia pendidikan dari pendidikan dasar sampai ke pendidikan tinggi macam anak kuliahan yang notabene ampe lecek bawa buku-buku berat ngalor-ngidul! (maap bukannya bermaksud menyinggung!!).

 

Agar lebih tau mengenai aplikasi di internet, saya mengambilkan sedikit pengetahuan dari mbah Google (upaya e-learning juga!!!).

 

Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Synchronous System
    Aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.
  • Asynchronous System
    Aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.

Penggunaan sistem aplikasi di atas sangat dimungkinkan dipakai kedua-duanya sekaligus mengingat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Karena hal ini lebih efektif. Di negara  yang memiliki kondisi jaringan kecepatan tinggi memungkinkan penerapan teknologi multimedia seperti video conference yang dapat digunakan untuk aplikasi e-learning agar tampilan lebih menarik!

 

Pengembang aplikasi seperti ini bisa dilakukan dengan menggunakan software sebagai berikut:

 

Platform OS

Linux

Web Server

Apache+Tomcat

Programming

Java

Script

Java Server Page

Database

MySQL / Postgress

Frame Work

Struts

Development Tool

Eclipse

  

Keuntungan menggunakan software diatas yaitu seluruhnya merupakan Open Source yang bisa didownload secara gratis dari web site masing-masing, sehingga dalam implementasinya bisa ditekan biaya serendah mungkin, tanpa mengurangi realibilitas sistem itu sendiri.

 

Itu tadi merupakan e-learning dengan menggunakan Web. Biasanya di kota – kota besar sudah bisa diterapkan tetapi di desa – desa juga telah diupayakan pengembangannya.

 

Selain penggunaan Web, e-learning juga bisa diterapkan dengan menggunakan televisi. Di Indonesia juga telah di bentuk televisi education yakni TVE dimana menyediakan program – program pembelajaran langsung dari beberapa orang materi pemateri. Sebetulnya TVRI dulu juga memiliki program serupa (sepertinya sekarang juga masih dipertahankan…) seperti fisika ceria dan lain sebagainya (dan kebanyakan sudah lupa karena sudah tiada)… di stasiun televisi swasta ada juga seperti Indosat Galileo (kangen pengen nonton L) yang entah kenapa sekarang telah menghilang dalam gelap.

 

Tetapi berkat bantuan pemerintah sepertinya acara – acara yang bersifat pengetahuan dapat mulai dimunculkan kembali. Setidaknya untuk generasi kita mendatang..

 

Apapun tak kan maju jika tak mau tau